EDISIKINI.COM, SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPGRIS Kelompok 32 sukses melaksanakan program revitalisasi dan digitalisasi Taman Tanaman Obat Keluarga (Toga) di wilayah RT 01 RW 02, Kelurahan Penggaron Kidul, pada hari Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali fungsi lahan produktif sekaligus memberikan edukasi kesehatan modern bagi masyarakat setempat.
Kegiatan dimulai dengan tahap perencanaan yang matang, di mana mahasiswa terlebih dahulu membuat desain layout taman yang lebih terstruktur. Sebelum melakukan penataan ulang, para mahasiswa bersama warga membersihkan lokasi dari rumput liar dan sampah. Langkah awal ini dilakukan agar pengerjaan fisik taman lebih mudah dilakukan dan hasilnya sesuai dengan rancangan yang telah dibuat.
Dalam proses perbaikan fisik, mahasiswa menyiapkan berbagai peralatan seperti gergaji, meteran, parang (bendo), palu dan lainnya, untuk mengolah bambu sebagai material utama. Di sinilah peran mahasiswa dengan latar belakang Teknik Mesin dan Arsitektur terlihat sangat membantu. Akurasi pengukuran dan penggunaan alat pertukangan memastikan struktur pagar serta layout taman berdiri dengan kokoh, rapi, dan memiliki nilai estetika yang tinggi.
Selain memperbaiki pagar yang ada, mahasiswa juga mengecat ulang pagar tersebut agar tampak lebih rapi dan terawat. Salah satu pembaruan yang menarik adalah pembangunan gapura Taman Toga dengan desain khusus. Gapura ini mengusung citra lokal berupa aksen batu bata, yang merupakan ciri khas wilayah Penggaron Kidul, sehingga taman tetap memiliki identitas lokal setempat.
Tak hanya fokus pada tampilan fisik, mahasiswa juga memperkaya koleksi tanaman dengan menanam berbagai bibit baru. Jenis tanaman yang ditanam meliputi jahe, temu putih, temu giring, kunci, kunyit, kencur, temulawak, hingga sereh, dan masih banyak lagi. Penambahan jenis tanaman ini dilakukan agar warga memiliki apotek hidup yang lebih lengkap untuk memenuhi kebutuhan kesehatan harian secara mandiri.
Semangat gotong royong terlihat saat mahasiswa dan warga bahu-membahu menanam bibit dan menata bebatuan serta pagar taman. Setelah seluruh taman Toga tertata rapi, mahasiswa memberikan sentuhan inovasi berupa digitalisasi. Setiap tanaman kini dilengkapi dengan papan nama yang disertai kode QR (barcode) untuk memudahkan warga dalam mengakses informasi secara instan.
Inovasi kode QR ini memungkinkan warga untuk melakukan pemindaian melalui ponsel pintar jika ingin mengetahui manfaat atau khasiat dari setiap tanaman. Dengan sistem ini, edukasi mengenai tanaman obat tidak lagi terbatas pada papan kayu yang sempit, melainkan terhubung ke basis data digital yang lebih lengkap mengenai cara penggunaan dan fungsi medis tanaman tersebut.
Ketua PKK RT 01 RW 02, Ibu Istiqomah, memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif ini. “Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada mahasiswa KKN UPGRIS yang sudah membantu revitalisasi Taman Toga ini. Hasilnya terlihat jauh lebih bagus, tanamannya semakin lengkap, dan pastinya sangat bermanfaat bagi warga dalam membudidayakan tanaman obat,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ibu Istiana selaku anggota PKK juga merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran kode QR menjadi panduan informasi yang sangat praktis bagi warga. “Kalau ada warga yang merasa tidak enak badan, mereka jadi tahu tanaman mana yang harus diambil karena manfaatnya sudah tertera jelas melalui scan QR tersebut,” jelasnya.
Kegiatan revitalisasi ini ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 dan ibu-ibu PKK. Suasana akrab menyelimuti akhir acara sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mahasiswa. Para warga menyatakan kesiapan mereka untuk kembali menjalin kolaborasi dengan mahasiswa KKN UPGRIS di masa depan demi kemajuan dan kesejahteraan lingkungan Kelurahan Penggaron Kidul.














