EDISIKINI.COM, Bali — Komunitas Titik Awal kembali menggelar kegiatan kemanusiaan melalui Mini Voluntrip Vol. 1 yang dilaksanakan di Panti Asuhan Yayasan Gayatri Widya Mandala, Tabanan, pada Minggu (21/12/2025). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.30 WITA ini melibatkan 13 orang volunteer yang tergabung sebagai Kawan Kelana.
Mini Voluntrip merupakan program kerelawanan berskala kecil yang dirancang sebagai ruang awal bagi para peserta untuk mulai terlibat dalam aksi sosial. Melalui kegiatan ini, Titik Awal ingin menghadirkan pengalaman berbagi yang sederhana, namun mampu meninggalkan kesan dan makna yang mendalam, baik bagi adik-adik yayasan maupun para volunteer.
Dalam pelaksanaannya, para volunteer tidak hanya hadir untuk menemani, tetapi juga memberikan materi edukatif mengenai pengenalan uang dan pemanfaatannya secara bijak. Materi ini disampaikan dengan pendekatan yang ringan dan interaktif agar mudah dipahami oleh adik-adik, sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab dan kesadaran sejak dini.
Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan sesi kerajinan tangan berupa pembuatan gantungan kunci dari kawat bulu. Aktivitas ini menjadi salah satu momen paling seru karena adik-adik dapat berkreasi secara langsung bersama para volunteer. Melalui kegiatan kreatif dan interaktif ini, suasana belajar terasa lebih menyenangkan sekaligus melatih motorik, kreativitas, dan kepercayaan diri anak-anak.
Pembuatan gantungan kunci dari kawat bulu tidak hanya menjadi aktivitas kreatif, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengenalkan nilai dari sebuah produk yang dihasilkan melalui usaha sendiri. Secara implisit, kegiatan ini mengajarkan kepada adik-adik bahwa setiap karya memiliki nilai karena di dalamnya terdapat proses, waktu, dan tenaga. Pemahaman ini diharapkan dapat membantu adik-adik melihat keterkaitan antara usaha, hasil, dan nilai uang, sehingga selaras dengan materi pengenalan uang serta pemanfaatannya yang telah disampaikan sebelumnya.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, Mini Voluntrip menjadi ruang pembelajaran dua arah. Para volunteer diajak untuk melatih kemampuan komunikasi, membangun empati, serta menumbuhkan kesadaran kemanusiaan dan rasa syukur melalui interaksi langsung dengan adik-adik di yayasan. Suasana kebersamaan yang terbangun selama kegiatan menciptakan pengalaman yang hangat dan penuh makna.
“Pengalaman kemarin menjadi momen yang berkesan dan luar biasa karena saya diberi kesempatan untuk bertemu, belajar, bermain, dan berkarya bersama adik-adik yang hebat. Karya yang kami hasilkan menjadi sebuah kenangan, dan kebersamaan yang terjalin terasa hangat serta tidak terlupakan,” ujar Lila, salah satu relawan Mini Voluntrip Titik Awal.

“Semoga kegiatan Mini Voluntrip Titik Awal ke depannya bisa terus menjadi ruang belajar dan bertumbuh, tidak hanya bagi para volunteer, tetapi juga bagi masyarakat yang terlibat,” ujar Bhaskara pada akhir rangkaian kegiatan. Melalui Mini Voluntrip Vol. 1 ini, Titik Awal berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak pihak. Langkah kecil yang dimulai bersama diyakini mampu menjadi awal dari perubahan yang lebih besar, sekaligus menjadi titik awal dalam menciptakan makna bagi sesama.
Penulis: dr. I Gusti Ngurah Satria Darmika













