EDISIKINI.COM — PATI, 11 Februari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam penggunaan mesin gerinda kepada karyawan PT. Wadja Karya Dunia Pati khususnya bagian Engineering. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pekerja terhadap potensi bahaya penggunaan gerinda serta pentingnya penerapan prosedur keselamatan kerja secara disiplin.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa mesin gerinda merupakan alat kerja berkecepatan tinggi yang digunakan untuk memotong, mengikis, dan meratakan permukaan benda kerja. Karena putaran batu gerinda sangat cepat, risiko kecelakaan serius dapat terjadi apabila alat digunakan tanpa prosedur K3 yang benar.
Menurut Occupational Safety and Health Administration (OSHA), kecelakaan akibat mesin gerinda umumnya disebabkan oleh guard yang dilepas, batu gerinda yang tidak layak pakai, serta tidak digunakannya alat pelindung diri (APD).
Mahasiswa memaparkan berbagai potensi bahaya utama penggunaan gerinda, seperti batu gerinda pecah, percikan api, serpihan logam panas, kickback (hantaman balik), paparan debu logam, hingga kebisingan tinggi. Paparan debu logam tanpa perlindungan yang memadai, menurut National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), dapat menyebabkan gangguan pernapasan kronis.
Dalam sesi studi kasus, peserta diperlihatkan contoh insiden batu gerinda pecah akibat tidak dilakukan pemeriksaan atau ring test, serta guard yang dilepas demi mempercepat pekerjaan. Insiden tersebut menyebabkan serpihan melesat dan melukai wajah pekerja.
Mahasiswa juga menekankan pentingnya pemeriksaan sebelum penggunaan, seperti memastikan batu gerinda sesuai dengan RPM mesin, guard terpasang dengan benar, serta area kerja bebas bahan mudah terbakar. Selain itu, penggunaan APD lengkap seperti kacamata keselamatan, face shield, sarung tangan, masker debu, earplug, dan sepatu safety menjadi kewajiban, bukan pilihan. 
Karyawan juga diingatkan untuk mematikan mesin dan menunggu hingga berhenti sempurna sebelum menyimpan alat, serta segera melaporkan kerusakan atau kondisi tidak aman. Prinsip utama yang ditekankan dalam sosialisasi ini adalah bahwa mesin gerinda merupakan alat kecil dengan risiko besar, sehingga disiplin prosedur keselamatan menjadi kunci utama.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap budaya keselamatan kerja di PT. Wadja Karya Dunia Pati semakin kuat, sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan dan produktivitas kerja tetap terjaga. Sosialisasi ini menjadi bagian dari rangkaian program KKN UPGRIS dalam mendukung implementasi K3 di lingkungan industri.














