EDISIKINI.COM, Sragen – Sebuah inisiatif edukatif datang dari M. Nur Thariq Fauzan, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, jurusan Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Universitas Diponegoro (UNDIP), melalui program kerja monodisiplin berjudul “Sosialisasi Budaya Mottainai.” pada Selasa (27/01/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat Desa Ngargotirto mengenai budaya Jepang yang telah diterapkan secara turun-temurun, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya memanfaatkan sumber daya yang ada, termasuk limbah pertanian, sehingga dapat memberikan nilai tambah ekonomi.
Acara edukatif ini dilaksanakan di Mushola Al Falah dekat RT 13, Desa Ngargotirto, dengan melibatkan warga setempat, baik bapak-bapak maupun ibu-ibu. Tempat ini dipilih agar tercipta suasana santai dan interaktif, sesuai dengan pendekatan yang diinginkan. Sosialisasi ini muncul dari keprihatinan atas rendahnya pemahaman masyarakat terhadap budaya luar negeri, terutama budaya Jepang, yang sejatinya dapat menginspirasi perubahan positif. Selain itu, masalah nyata di desa, seperti limbah bonggol jagung yang masih banyak dibuang atau dibakar, menjadi perhatian utama program ini.

Selama kegiatan, Thariq menjelaskan secara komprehensif konsep mottainai, yang berarti “sayang jika dibuang” dan mengajarkan pentingnya memanfaatkan segala sesuatu sebaik mungkin. Ia memaparkan bagaimana bonggol jagung yang dianggap tidak bernilai bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, sehingga menekan biaya pertanian dan memberikan dampak positif pada ekonomi warga. Kegiatan ini dilakukan secara santai, edukatif, dan informatif, disertai penyediaan konsumsi ringan agar warga betah mengikuti materi hingga selesai.
Melalui pendekatan sederhana namun penuh semangat, program “Sosialisasi Budaya Mottainai” diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan sumber daya yang ada, sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. Upaya M. Nur Thariq Fauzan ini menjadi contoh nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung wawasan budaya dan kesejahteraan masyarakat desa.
Penulis: Muhammad Nur Thariq Fauzan
Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro













