EDISIKINI.COM, SEMARANG – Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 32 mengambil langkah nyata dalam memajukan ekonomi lokal melalui program kerja digitalisasi UMKM. Kegiatan ini menyasar para pelaku usaha di wilayah RW 03, Kelurahan Penggaron Kidul, Kota Semarang, pada Selasa (17/2/2026). Inisiatif ini muncul karena era digital menuntut para pelaku usaha untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dan mudah ditemukan oleh konsumen di tengah persaingan yang makin ketat.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret mahasiswa dalam membantu para pelaku usaha lokal agar melek teknologi. Program kerja ini dirancang secara personal, di mana para pelaku UMKM bebas memilih layanan digital yang mereka butuhkan. Pilihan yang ditawarkan meliputi pembuatan titik lokasi di Google Maps, bercode menu, pembuatan QRIS untuk sistem pembayaran nontunai, hingga promosi digital di media sosial.
Strategi yang dilakukan mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 adalah dengan menyasar sebanyak-banyaknya warga pelaku UMKM di RW 03 untuk berpartisipasi. Pendekatan yang dilakukan sangat personal, setiap pelaku usaha diperbolehkan mendaftarkan diri dan memilih layanan yang benar-benar mereka butuhkan saja.
Perwakilan Bidang Kewirausahaan KKN UPGRIS Kelompok 32, Alyura Riza Wahyu Pratama, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat eksistensi usaha warga di ruang digital. Ia menilai banyak potensi UMKM di wilayah RW 03 yang belum terjamah konsumen luas hanya karena keterbatasan aksesibilitas, seperti lokasi yang belum terdaftar di peta digital serta belum tersedianya sistem pembayaran yang praktis.
“Tujuan utama kami adalah membantu bapak dan ibu pemilik usaha agar produk atau jasanya lebih mudah ditemukan melalui ponsel. Kami ingin memastikan bahwa setiap usaha di RW 03, sekecil apa pun skalanya, dapat tampil lebih profesional dan modern sehingga mampu bersaing di era digital ini,” ujarnya.
Senada dengan Alyura, rekan satu timnya, Dewi Rahmawati, memaparkan manfaat jangka panjang yang bisa dirasakan oleh warga. Menurutnya, langkah digitalisasi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah kebutuhan mendesak agar UMKM RW 03 mampu bersaing dengan memanfaatkan teknologi.
“Kami ingin membantu meringankan beban pelaku usaha lewat digitalisasi secara gratis dan mudah dipelajari. Manfaat utama kegiatan ini adalah membantu promosi jadi lebih luas dan transaksi jadi lebih praktis dan kekinian. Selain itu, harapan kami untuk UMKM RW 03 Kelurahan Penggaron Kidul adalah supaya usahanya semakin berkembang dan mampu berdaya saing, sehingga dapat meningkatkan pendapatan usaha,” ungkapnya.
Salah satu warga yang merasakan dampak langsung adalah Bapak Urip Priyono, pemilik kios jahit di RT 03 RW 03. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran para mahasiswa KKN UPGRIS yang telaten membimbingnya masuk ke ranah digital yang sebelumnya terasa asing baginya.
“Saya sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN UPGRIS. Sekarang kios jahit saya sudah ada titiknya di Google Maps, jadi kalau mau cari lokasi kios jahit saya tinggal lihat HP saja. Selain itu, terima kasih sudah dibuatkan QRIS juga, jadi kalau ada pelanggan yang sedang tidak pegang uang tunai atau lebih suka bayar nontunai, bisa langsung scan saja dari HP,” kata Bapak Urip sembari menunjukkan QRIS miliknya.
Seluruh rangkaian kegiatan mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 ini mendapat apresiasi positif dari tokoh masyarakat dan warga pelaku UMKM di RW 03 Kelurahan Penggaron Kidul. Warga merasa terbantu karena mendapatkan ilmu baru yang sangat aplikatif untuk menunjang pendapatan mereka. Semangat kolaborasi ini diharapkan terus berlanjut demi kemajuan ekonomi mandiri di wilayah Penggaron Kidul.














