Mahasiswa KKN UPGRIS Sosialisasikan Keselamatan Pengelasan kepada Karyawan PT. Wadja Karya Dunia Pati

Avatar photo
Mahasiswa KKN UPGRIS Sosialisasikan Keselamatan Pengelasan kepada Karyawan PT. Wadja Karya Dunia Pati

EDISIKINI.COM — PATI, 12 Februari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proses pengelasan kepada karyawan PT. Wadja Karya Dunia Pati khususnya bagian Welding. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pekerja terhadap berbagai risiko saat pengelasan serta pentingnya penerapan prosedur keselamatan kerja.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa proses pengelasan memiliki risiko tinggi karena melibatkan panas ekstrem, percikan api, radiasi, arus listrik, serta asap dan gas berbahaya. Tanpa pengendalian yang baik, aktivitas pengelasan dapat menimbulkan luka bakar, kebakaran, sengatan listrik, hingga gangguan pernapasan.

Salah satu bahaya utama dalam pengelasan adalah potensi kebakaran akibat percikan api yang mengenai material mudah terbakar. Standar keselamatan pekerjaan panas (hot work) menekankan pentingnya pengawasan api (fire watch), pengaturan area kerja, serta penerapan izin kerja panas untuk mencegah kebakaran.

Selain itu, paparan asap las (welding fume) juga menjadi risiko serius bagi kesehatan pekerja. Asap yang mengandung partikel logam dan gas tertentu dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, gangguan paru-paru, hingga efek neurologis jika terpapar dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaan ventilasi lokal (local exhaust ventilation) dan respirator yang sesuai sangat dianjurkan.

Mahasiswa juga menjelaskan bahaya radiasi dari proses pengelasan yang dapat menyebabkan arc eye atau iritasi mata akibat paparan sinar ultraviolet. Selain itu, risiko sengatan listrik dapat terjadi jika kabel atau peralatan las dalam kondisi rusak atau digunakan di area basah.

Dalam sesi studi kasus, peserta diperkenalkan contoh insiden kebakaran pasca pengelasan serta kejadian pekerja mengalami sesak napas akibat ventilasi yang buruk. Kasus tersebut menegaskan pentingnya perencanaan kerja, penggunaan ventilasi, serta pengawasan selama proses pengelasan.

Mahasiswa juga menekankan langkah pengendalian risiko, seperti penerapan izin kerja panas, penggunaan tirai las, penataan kabel, serta pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm las, sarung tangan kulit, pakaian tahan api, sepatu keselamatan, dan respirator sesuai kebutuhan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap karyawan dapat memahami bahwa keselamatan dalam pengelasan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari budaya kerja yang harus diterapkan secara konsisten. Dengan disiplin prosedur keselamatan, risiko kecelakaan dapat ditekan, dan produktivitas kerja tetap terjaga.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program KKN UPGRIS dalam mendukung penerapan budaya K3 di lingkungan industri, khususnya di PT. Wadja Karya Dunia Pati.

Editor: Nur Ardi, Tim EDISIKINI.com