EDISIKINI.COM, Semarang — Rabu, 4 Februari 2026 bertempat di Balai RW 10 Kampung Siroto telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan Desinfektan Organik yang diikuti oleh anggota Kelompok Tani Subur Makmur di Kampung Siroto, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan bahan – bahan alami seperti daun sirih, serai dan jeruk nipis menjadi desinfektan organik yang ramah lingkungan.
Kegiatan diawali dengan penjelasan materi oleh Hestia Raufa mahasiswi KKN Tematik Tim 15 mengenai manfaat desinfektan organik serta tahapan proses pembuatannya. Selanjutnya dilakukan demonstrasi pembuatan desinfektan dan menunjukkan hasil dari desinfektan yang telah dibuat.
Tujuan dari pembuatan desinfektan organik yaitu untuk mengurangi resiko pencemaran lingkungan yang sering ditimbulkan oleh bahan kimia sintetis dan mengurangi biaya operasional peternak dalam skala rumah tangga. Kandungan senyawa bioaktif yang terdapat di dalam daun sirih, serai dan jeruk nipis seperti fenol, flavonoid dan minyak atsiri berperan sebagai antibakteri, antivirus dan anti jamur sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit.

Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. sebagai dosen pendamping lapangan bahwa desinfektan herbal merupakan bahan pembersih dan pengendali mikroorganisme pada lingkungan kandang ayam yang berasal dari tanaman berkhasiat antimikroba. Beberapa tanaman yang umum digunakan antara lain, daun sirih, serai, jahe, dan kunyit. Kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, alkaloid, minyak atsiri, dan alisin berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen, jamur, serta virus di lingkungan kandang.
Penggunaan desinfektan herbal relatif aman, ramah lingkungan, dan tidak meninggalkan residu kimia berbahaya pada ternak maupun produk hasil peternakan. Selain menekan populasi mikroorganisme patogen, desinfektan herbal juga membantu mengurangi bau amonia dan meningkatkan kualitas udara kandang. Dengan aplikasi yang tepat, desinfektan herbal dapat menjadi alternatif atau pelengkap desinfektan kimia dalam sistem biosekuriti peternakan ayam yang berkelanjutan.
Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses sosialisasi dan demonstrasi berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan pembuatan desinfektan organik secara mandiri untuk mendukung peternakan yang berkelanjutan dan mengurangi penggunaan desinfektan kimia di lingkungan sekitar.
Kegiatan yang dilakukan oleh KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP 2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan sehat.













