KKN UNDIP Sosialisasikan Kesiapsiagaan Gempa melalui Pemanfaatan dan Perawatan Alat Evakuasi Ringan di Desa Jogoprayan

Avatar photo
KKN UNDIP Sosialisasikan Kesiapsiagaan Gempa melalui Pemanfaatan dan Perawatan Alat Evakuasi Ringan di Desa Jogoprayan

EDISIKINI.COM —

Desa Jogoprayan, Kec. Gantiwarno, Kab. Klaten (30/01/2026) — Gempa bumi yang terjadi di wilayah selatan Jawa dan dirasakan hingga Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kabupaten Klaten dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, termasuk warga Desa Jogoprayan. Meskipun tidak dilaporkan adanya kerusakan besar, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa wilayah ini berada pada kawasan rawan gempa sehingga kesiapsiagaan masyarakat perlu terus ditingkatkan, terutama dalam menghadapi kondisi darurat pascagempa.

Menanggapi kondisi tersebut, tim KKN Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana gempa dengan fokus pada pengenalan alat evakuasi ringan yang dapat digunakan oleh masyarakat dalam situasi darurat. Alat evakuasi ringan diperkenalkan sebagai perlengkapan sederhana namun krusial untuk membantu proses penyelamatan diri secara mandiri ketika akses bantuan belum tersedia atau masih terbatas.

 

Dalam kegiatan sosialisasi, masyarakat diberikan pemahaman mengenai fungsi dan manfaat berbagai alat evakuasi ringan, seperti peluit darurat, senter atau lampu darurat, dongkrak manual, pompa darurat manual, sarung tangan kerja, dan helm pelindung. Alat-alat tersebut berperan penting dalam mempercepat evakuasi, membantu membuka akses terhalang, serta mengurangi risiko cedera lanjutan saat atau setelah gempa bumi terjadi.

Selain pengenalan alat, tim KKN juga menekankan pentingnya perawatan alat evakuasi ringan agar selalu berada dalam kondisi siap pakai. Perawatan yang dianjurkan meliputi pengecekan secara berkala setiap beberapa bulan, pemeriksaan visual terhadap kondisi fisik alat seperti karat, retakan, atau komponen aus, serta pengujian fungsi untuk memastikan alat dapat digunakan dengan baik. Untuk alat dengan bagian bergerak, pelumasan diperlukan agar tidak macet saat digunakan dalam kondisi darurat.

Masyarakat juga diimbau untuk menyimpan alat evakuasi ringan di tempat yang kering, mudah dijangkau, dan terlindung dari kelembapan. Komponen yang rusak atau sudah tidak layak pakai perlu segera diganti guna mencegah risiko yang membahayakan pengguna. Dengan perawatan yang tepat, alat evakuasi ringan dapat berfungsi optimal dan menjadi penolong utama ketika bencana terjadi secara tiba-tiba.

Melalui sosialisasi mitigasi bencana gempa ini, tim KKN UNDIP berharap masyarakat Desa Jogoprayan semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Pemahaman mengenai penggunaan dan perawatan alat evakuasi ringan diharapkan mampu meningkatkan ketangguhan masyarakat serta mempercepat respons awal dalam menghadapi risiko gempa bumi di masa mendatang.

 

Penulis:

Daniel Alexander Graciado Siregar

Program Studi Teknik Mesin

Editor: Nur Ardi, Tim EDISIKINI.com