Buku di Tangan, Earphone di Telinga: Trik Pintar atau Sekadar Mengikuti Tren?

Avatar photo
Firman Setiawan

Penulis: Aulina Nadia Saragih

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

EDISIKINI.COM, Surabaya — Pernahkah kamu melihat pemandangan seperti ini di kafe atau perpustakaan: seseorang membuka buku atau laptop sambil mengenakan earphone? Atau, mungkin kamu sendiri sering melakukannya?

Bagi banyak remaja, belajar sambil mendengarkan musik sudah menjadi kebiasaan. Musik membuat suasana belajar lebih menyenangkan dan membantu mengurangi rasa bosan. Namun, apakah kebiasaan ini benar-benar meningkatkan konsentrasi atau justru mengganggu proses belajar?

Mengapa Banyak Orang Belajar Sambil Mendengarkan Musik?

Ada beberapa alasan mengapa banyak pelajar memilih menggunakan earphone saat belajar.

1. Mengurangi rasa bosan dan kantuk. Belajar dalam suasana yang terlalu hening dapat membuat sebagian orang cepat mengantuk. Musik membantu menjaga semangat sehingga belajar terasa lebih menyenangkan.

2. Meredam kebisingan. Suara kendaraan, percakapan, atau televisi dapat mengganggu konsentrasi. Earphone membantu mengurangi gangguan tersebut sehingga perhatian lebih terfokus pada materi.

3. Membantu mengatur suasana hati. Musik bertempo cepat dapat meningkatkan semangat, sedangkan musik yang lembut membantu menciptakan suasana belajar yang lebih tenang.

Fakta Sains: Apa Kata Riset di Indonesia?

Kebiasaan belajar sambil mendengarkan musik bukan sekadar tren. Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa musik dapat membantu meningkatkan konsentrasi jika digunakan dengan tepat.

Apa Kata Peneliti?

Penelitian dari Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa musik instrumental atau musik klasik dapat merangsang gelombang otak alfa, yaitu kondisi yang membantu seseorang merasa tenang dan fokus saat belajar.

Sementara itu, penelitian dari Universitas Indonesia menunjukkan bahwa musik berlirik dapat mengganggu memori jangka pendek (short-term memory). Otak harus memproses lirik lagu sekaligus materi pelajaran sehingga konsentrasi dapat menurun.

Risiko Belajar Menggunakan Earphone:

Meskipun memiliki manfaat, belajar sambil mendengarkan musik juga memiliki risiko. Musik berlirik atau bertempo sangat cepat dapat mengalihkan perhatian sehingga materi lebih sulit dipahami. Selain itu, penggunaan earphone dengan volume tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko sakit kepala dan penurunan fungsi pendengaran.

Tips Belajar Sambil Mendengarkan Musik agar musik benar-benar membantu proses belajar, lakukan beberapa hal berikut:

1. Pilih musik yang tepat. Gunakan musik instrumental, Lo-Fi, musik klasik, atau white noise. Hindari musik berlirik saat mempelajari materi yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

2. Atur volume. Terapkan aturan 60/60, yaitu volume tidak lebih dari 60% dan penggunaan earphone tidak lebih dari 60 menit sebelum beristirahat.

3. Matikan musik saat diperlukan. Ketika menghafal atau mempelajari materi yang sulit, sebaiknya belajar tanpa musik agar lebih fokus.

Belajar sambil mendengarkan musik bukanlah kebiasaan yang salah. Jika digunakan dengan tepat, musik dapat menjadi pendukung yang membuat belajar lebih nyaman. Namun, musik hanyalah alat bantu. Keberhasilan belajar tetap bergantung pada konsentrasi, disiplin, dan usaha.

Sebelum menekan tombol play, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah musik ini membantuku lebih fokus atau justru mengganggu konsentrasi?” Gunakan earphone secara bijak agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Bagaimana dengan gaya belajarmu? Apakah kamu lebih mudah berkonsentrasi dalam suasana tenang atau saat ditemani playlist favorit?

Editor: Nur Ardi, Tim EDISIKINI.com