Diuji di PAUD dan TK, Edibluxe Paint Karya Dua Siswi MAN 1 Lamongan Tuai Respons Positif

Avatar photo
Diuji di PAUD dan TK, Edibluxe Paint Karya Dua Siswi MAN 1 Lamongan Tuai Respons Positif
Dua siswi MAN 1 Lamongan membuat inovasi Edibluxe Paint, cat air berbahan pigmen alami yang aman untuk anak dan telah diuji coba di sejumlah PAUD dan TK di Lamongan.

EDISIKINI.COM, Lamongan, 7 Juli 2026 — Inovasi cat air berbahan pigmen alami karya dua siswi MAN 1 Lamongan, Arwen Megan Nanda dan Nayara Ghaida Azka, mendapat respons positif setelah melalui uji coba di beberapa PAUD dan TK di Kabupaten Lamongan. Produk bernama Edibluxe Paint tersebut dikembangkan sebagai media melukis yang aman, edukatif, sekaligus ramah lingkungan untuk mendukung kreativitas anak usia dini.

Edibluxe Paint memanfaatkan pigmen alami yang berasal dari kunyit, daun kelor, bunga telang, rosella, bubuk kakao, serta activated charcoal food grade sebagai sumber pewarna. Selain lebih aman digunakan, pemanfaatan bahan-bahan alami tersebut juga menjadi upaya mengenalkan anak pada kekayaan sumber daya alam Indonesia melalui kegiatan yang menyenangkan.

Produk ini dikemas dalam satu paket lengkap yang terdiri atas enam warna cat alami, kuas, kanvas bergambar siap lukis, serta buku panduan. Konsep tersebut dirancang agar anak dapat langsung melakukan aktivitas melukis dengan mudah, baik di sekolah maupun di rumah.

Selama pelaksanaan uji coba di beberapa PAUD dan TK di sekitar Kabupaten Lamongan, anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan melukis menggunakan Edibluxe Paint. Guru pendamping juga memberikan tanggapan positif karena produk dinilai mampu mendukung proses pembelajaran, meningkatkan kreativitas, serta memberikan rasa aman saat digunakan oleh peserta didik.

Anak-anak PAUD menunjukkan hasil karya menggunakan Edibluxe Paint saat uji coba produk di Kabupaten Lamongan.

Menurut Arwen Megan Nanda, Edibluxe Paint lahir dari keinginan menghadirkan media belajar yang tidak hanya menarik, tetapi juga mengutamakan keamanan anak.

“Kami ingin menghadirkan media melukis yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi anak-anak dan orang tua. Karena itu kami memilih menggunakan pigmen dari bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar kita,” ujar Arwen

Sementara itu, Nayara Ghaida Azka mengatakan bahwa proses pengembangan produk dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari pemilihan bahan alami, pengujian warna, hingga penyusunan paket pembelajaran yang praktis digunakan oleh anak.

“Melalui Edibluxe Paint, kami ingin menunjukkan bahwa bahan-bahan alami seperti kunyit, rosella, bunga telang, daun kelor, bubuk kakao, hingga activated charcoal food grade dapat diolah menjadi media pembelajaran yang kreatif, aman, dan memiliki nilai ekonomi,” tutur Nayara.

Selain mengedepankan aspek keamanan, Edibluxe Paint juga mengusung konsep eco-friendly karena menggunakan pigmen alami yang lebih ramah terhadap lingkungan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran kreatif bagi PAUD, TK, maupun sekolah dasar yang membutuhkan produk edukatif dengan risiko penggunaan yang lebih rendah.

Berbekal hasil uji coba tersebut, Arwen Megan Nanda dan Nayara Ghaida Azka berharap Edibluxe Paint dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak lembaga pendidikan sebagai media pembelajaran yang aman dan inovatif. Mereka juga berharap inovasi ini dapat mendorong lahirnya lebih banyak produk edukasi berbasis potensi lokal yang bermanfaat bagi dunia pendidikan dan perkembangan kreativitas anak Indonesia.

Editor: Nur Ardi, Tim EDISIKINI.com