Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Pendaftaran OSS dan Pemetaan Permasalahan Pengolahan Ikan Invasif di Desa Ngargotirto

Avatar photo
Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Pendaftaran OSS dan Pemetaan Permasalahan Pengolahan Ikan Invasif di Desa Ngargotirto
Penyerahan poster informatif yang memuat langkah-langkah pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang dirancang oleh mahasiswa KKN Undip.

EDISIKINI.COM, Sragen — Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata dan aplikatif. Di Desa Ngargotirto, pelaksanaan KKN diarahkan pada upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam aspek ekonomi dan keberlanjutan usaha lokal. Melalui program kerja (proker) individu, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi permasalahan riil di masyarakat serta memberikan solusi yang relevan dan berkelanjutan.

Artikel reportase ini membahas dua program kerja individu yang dilaksanakan di Desa Ngargotirto, yaitu: (1) penyusunan dan sosialisasi materi pendaftaran usaha melalui OSS (Online Single Submission) sebagai pendukung program kerja multi berupa pembuatan pupuk kompos, dan (2) pemetaan permasalahan (mapping problem) terkait pengolahan ikan invasif jenis ikan sapu-sapu yang merugikan nelayan setempat.

Sebagai desa dengan potensi pertanian yang cukup besar, Desa Ngargotirto memiliki peluang untuk mengembangkan usaha berbasis pengolahan hasil alam, salah satunya melalui pembuatan pupuk kompos. Program kerja multi KKN yang berfokus pada pembuatan pupuk kompos bertujuan untuk meningkatkan efisiensi biaya pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Namun, dalam praktiknya, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya legalitas usaha serta tata cara pendaftaran izin usaha secara resmi. Kurangnya pengetahuan terkait sistem OSS (oss.go.id) menjadi salah satu kendala utama, terutama bagi masyarakat yang belum terbiasa dengan layanan administrasi berbasis digital.

Program kerja individu ini bertujuan untuk:

  1. Memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya legalitas usaha.
  2. Mensosialisasikan tata cara pendaftaran usaha melalui sistem OSS secara online.
  3. Mempermudah masyarakat Desa Ngargotirto dalam mengurus izin usaha, khususnya bagi pelaku usaha pupuk kompos hasil program kerja multi.

Pelaksanaan program dilakukan melalui penyusunan materi sosialisasi yang disesuaikan dengan kondisi dan tingkat pemahaman masyarakat desa. Materi tersebut kemudian dirangkum dalam bentuk poster informatif yang memuat langkah-langkah pendaftaran OSS secara sederhana dan sistematis.

Poster ini dirancang sebagai media edukasi yang mudah dipahami, sehingga masyarakat dapat menggunakannya sebagai panduan mandiri dalam melakukan pendaftaran usaha. Dengan adanya output berupa poster tata cara pendaftaran OSS, diharapkan masyarakat dapat lebih percaya diri dan mandiri dalam mengurus perizinan usaha, khususnya apabila ingin memasarkan pupuk kompos hasil produksi sendiri.

Penyerahan hasil pemetaan permasalahan (mapping problem) yang dihadapi oleh komunitas nelayan di Desa Ngargotirto terkait ledakan populasi ikan sapu-sapu.

Permasalahan lingkungan dan ekonomi juga dirasakan oleh masyarakat Desa Ngargotirto yang berprofesi sebagai nelayan. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi adalah maraknya ikan invasif jenis ikan sapu-sapu yang merusak jaring nelayan dan mengurangi hasil tangkapan ikan bernilai ekonomis.

Di sisi lain, ikan sapu-sapu sebenarnya memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai guna. Namun, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi hambatan utama. Masyarakat mengalami kesulitan dalam pengolahan ikan tersebut karena tidak memiliki alat penggiling ikan, yang harganya relatif mahal, yaitu sekitar Rp12.000.000. Kondisi ini menyebabkan potensi pemanfaatan ikan invasif belum dapat dioptimalkan.

Program kerja individu kedua ini bertujuan untuk:

  1. Mengidentifikasi permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat terkait ikan invasif.
  2. Menggali keluhan, kebutuhan, dan harapan masyarakat melalui survei lapangan.
  3. Menyusun mapping problem sebagai dasar perumusan solusi dan tindak lanjut program pemberdayaan.

Pelaksanaan program dilakukan melalui survei dan wawancara langsung dengan masyarakat, khususnya nelayan yang terdampak keberadaan ikan sapu-sapu. Dari hasil survei tersebut, diperoleh gambaran nyata mengenai kondisi lapangan, mulai dari kerugian yang dialami akibat rusaknya jaring nelayan, keterbatasan modal, hingga minimnya akses terhadap alat pengolahan ikan.

Hasil survei kemudian disusun dalam bentuk mapping problem yang memuat rangkuman permasalahan, penyebab, serta dampak yang dirasakan oleh masyarakat. Dokumen pemetaan ini menjadi output utama dari program kerja individu, yang diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk perencanaan program lanjutan, baik oleh tim KKN maupun oleh pihak desa.

Kedua program kerja individu yang dilaksanakan di Desa Ngargotirto menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat. Sosialisasi OSS berperan dalam mendukung legalitas dan keberlanjutan usaha masyarakat, khususnya dalam pengembangan pupuk kompos. Sementara itu, pemetaan permasalahan pengolahan ikan invasif menjadi langkah awal yang strategis dalam mencari solusi atas permasalahan ekonomi dan lingkungan yang dihadapi nelayan.

Melalui program-program tersebut, diharapkan masyarakat Desa Ngargotirto dapat memperoleh manfaat nyata, baik dalam bentuk peningkatan pengetahuan, kemudahan akses perizinan usaha, maupun tersusunnya data permasalahan yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan dan program pemberdayaan di masa mendatang.

Penulis: Rafli Firmansyah
Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik

Editor: Nur Ardi, Tim EDISIKINI.com