Dorong Akses Pasar yang Lebih Luas, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Pemasaran Hasil Pertanian melalui Marketplace di Desa Ngargotirto

Avatar photo
Dorong Akses Pasar yang Lebih Luas, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Pemasaran Hasil Pertanian melalui Marketplace di Desa Ngargotirto

EDISIKINI.COM, Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan edukasi pemasaran hasil pertanian melalui marketplace di Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini bertujuan membantu petani desa dalam memperluas akses pasar serta mengurangi ketergantungan pada sistem pemasaran konvensional yang selama ini bergantung pada pengepul.

Desa Ngargotirto merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Namun, berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan warga, pemasaran hasil pertanian masih didominasi oleh penjualan langsung ke pengepul dengan harga yang fluktuatif dan cenderung tidak stabil. Kondisi tersebut sering kali membuat petani berada pada posisi yang kurang menguntungkan, terutama saat harga pasar sedang turun.

Menanggapi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan pemasaran digital dengan memperkenalkan penggunaan marketplace sebagai alternatif saluran penjualan hasil pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, serta demonstrasi pembuatan dan penggunaan akun marketplace yang dapat diakses melalui telepon genggam.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan manfaat pemasaran melalui marketplace, seperti jangkauan pasar yang lebih luas, transparansi harga, serta peluang menjual produk langsung kepada konsumen. Warga terlihat antusias mengikuti kegiatan, ditunjukkan dengan keaktifan petani dalam sesi tanya jawab terkait cara pengelolaan akun, penentuan harga, serta proses pengemasan dan pengiriman produk.

Salah satu petani menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru dalam memasarkan hasil pertanian.
“Selama ini kami hanya menjual ke pengepul. Dengan adanya penjelasan tentang marketplace, kami jadi tahu ada cara lain untuk menjual hasil panen dengan jangkauan yang lebih luas,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap petani Desa Ngargotirto dapat mulai memanfaatkan marketplace sebagai sarana pemasaran hasil pertanian secara bertahap. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian petani, memperbaiki posisi tawar dalam pemasaran, serta mendorong terwujudnya sistem pertanian desa yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Penulis: Daffa Syahrian Athalla
Mahasiswa Program Hubungan Internasional Universitas Diponegoor

Editor: Nur Ardi, Tim EDISIKINI.com