Dari Dapur Pesantren Menuju Peluang Usaha: Santri Ngaliyan Kuasai Teknik Cabut Duri Bandeng Bersama Alumni Undip

Avatar photo
Dari Dapur Pesantren Menuju Peluang Usaha: Santri Ngaliyan Kuasai Teknik Cabut Duri Bandeng Bersama Alumni Undip
Pengabdian Masyarakat FSM Undip dengan Alumni pada Pelatihan Bandeng Cabut Duri bersama Pondok Pesantren Fatimah Al-Amin (11/4)

EDISIKINI.COM — Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Universitas Diponegoro (Undip), telah sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bersama alumninya Farida S.Si angkatan 92 yang merupakan pemilik usaha Bandeng Kingdom Semarang di Pondok Pesantren Progresif Fatimah Al-Amin pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan yang berlangsung dari pagi menjelang sore ini, mengusung tema pengolahan bandeng cabut duri. Kegiatan ini bertujuan membekali para santri dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengolah ikan bandeng yang dikenal memiliki banyak duri sehingga sering dihindari konsumen.

Sejak awal kegiatan, antusiasme santri tampak begitu tinggi. Mereka tidak hanya mendapatkan materi tentang kandungan gizi dan potensi olahan ikan bandeng, tetapi juga diajak memahami nilai ekonomis di balik produk sederhana. Dalam sesi praktik, para santri secara langsung mempelajari teknik cabut duri bandeng, keterampilan yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Dengan bimbingan intensif dari narasumber, suasana belajar menjadi interaktif dan penuh semangat, terlebih saat sesi tanya jawab yang berlangsung hidup dan komunikatif.

Kegiatan ini turut didukung oleh tim pengabdian dari Departemen Kimia FSM Undip, yaitu Prof. Adi Darmawan, S.Si., M.Si., Ph.D., Prof. Yayuk Astuti, S.Si., Ph.D., serta Muhammad Badrul Huda, S.Si., M.Si. Prof. Adi Darmawan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat. “Kami ingin kehadiran Undip tidak hanya dirasakan di ruang kelas, tetapi juga memberikan manfaat langsung. Keterampilan seperti ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha mandiri,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh Bu Kiki, pengurus Pondok Pesantren Fatimah Al-Amin, yang mengapresiasi program tersebut. “Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bekal hidup bagi santri. Mereka belajar keterampilan yang bisa langsung diterapkan,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian program pengabdian yang akan berlangsung dalam empat pertemuan. Ke depan, para santri akan dibekali pengetahuan lanjutan seperti teknik pengemasan produk hingga strategi promosi. Melalui program berkelanjutan ini, diharapkan lahir santri-santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan mampu mengolah potensi lokal menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Penulis: Dewi Aisyah, Yayuk Astuti

Editor: Nur Ardi, Tim EDISIKINI.com