EDISIKINI.COM, Bukittinggi – Keberhasilan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat tidak terlepas dari kekompakan tim, kepemimpinan yang baik, serta kedisiplinan para relawan dan anggotanya. Hal tersebut disampaikan Ketua PMI Kota Bukittinggi, H. Chairunnas Djalius, saat menerima kunjungan mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammad Nasir Bukittinggi dalam kegiatan wawancara mengenai organisasi dan pelayanan publik.
Kegiatan yang dilaksanakan di Markas PMI Kota Bukittinggi, Jalan Dr. A. Rivai No.17A, Kecamatan Guguak Panjang, bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai bagaimana sebuah organisasi kemanusiaan menjalankan tugas, menyusun program kerja, hingga mempertahankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pemaparannya, H. Chairunnas Djalius menjelaskan bahwa PMI Kota Bukittinggi terus berupaya memberikan pelayanan terbaik melalui berbagai program kemanusiaan, mulai dari pelayanan Unit Donor Darah (UDD), bantuan kebencanaan, pelayanan sosial, hingga pembinaan relawan dan Palang Merah Remaja (PMR). Keberhasilan tersebut didukung oleh koordinasi yang baik antaranggota, disiplin dalam bekerja, serta semangat melayani masyarakat.
Beliau juga menceritakan salah satu capaian membanggakan PMI Kota Bukittinggi. Setelah dilantik sebagai Ketua PMI pada tahun 2016, PMI Kota Bukittinggi berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan jumlah donor darah terbanyak di Sumatera Barat pada tahun 2017. Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran PMI untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut H. Chairunnas, keberhasilan organisasi tidak datang secara instan. Setiap program diawali dengan penyusunan agenda, perencanaan yang matang, serta strategi pelaksanaan yang terukur. Selain itu, seluruh kegiatan PMI juga dipublikasikan melalui media sosial resmi sebagai bentuk transparansi sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kegiatan kemanusiaan.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga menanyakan dampak nyata program PMI terhadap masyarakat. Ketua PMI menjelaskan bahwa tingginya kepedulian masyarakat terlihat dari meningkatnya partisipasi donor darah dan dukungan terhadap berbagai kegiatan kemanusiaan. Menurutnya, edukasi dan sosialisasi yang dilakukan secara rutin mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga kebutuhan stok darah tetap dapat terpenuhi. Bahkan, PMI Kota Bukittinggi memperoleh sekitar 17.000 pendonor setiap bulan, sehingga pelayanan donor darah dapat berjalan dengan optimal.
Selain membahas program organisasi, Ketua PMI juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar terus meningkatkan literasi, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta tidak takut
menghadapi tantangan dalam kehidupan maupun organisasi. Ia menekankan pentingnya menghargai setiap proses dan terus belajar agar mampu menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan wawancara tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran langsung mengenai bagaimana sebuah organisasi kemanusiaan dikelola secara profesional, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program, hingga membangun kepercayaan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam memahami penerapan teori organisasi sekaligus pentingnya kepemimpinan, kerja sama tim, dan pelayanan publik dalam sebuah organisasi kemanusiaan.













