Mahasiswa UPGRIS Kelompok 24 Wujudkan Program TOGA Bersama KWT (Kelompok Wanita Tani) Desa Kalisidi

Avatar photo
Mahasiswa UPGRIS Kelompok 24 Wujudkan Program TOGA Bersama KWT (Kelompok Wanita Tani) Desa Kalisidi

EDISIKINI.COM —

Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 24 melaksanakan program kerja penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di wilayah RW 02, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, pada Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi aktif dengan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan desa.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian kesehatan masyarakat Desa Kalisidi melalui penyediaan tanaman obat tradisional di lingkungan rumah tangga. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, mahasiswa dan warga bersinergi menciptakan apotek hidup yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat secara gratis dan alami.

Dalam aksi penanaman tersebut, berbagai jenis tanaman herbal ditanam secara sistematis, meliputi kunyit kuning, kunyit putih, jahe, hingga laos. Mahasiswa Kelompok 24 tidak hanya melakukan penanaman fisik, tetapi juga berdiskusi dengan anggota KWT mengenai tata cara perawatan agar tanaman tersebut dapat tumbuh subur dan berkelanjutan. Penempatan tanaman di RW 02 di lahan Sidaratan diproyeksikan menjadi percontohan bagi wilayah lain di Desa Kalisidi dalam hal ketahanan pangan dan kesehatan mandiri.

Salah satu tokoh KWT Desa Kalisidi, Maria Ulfah, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, keberadaan kebun TOGA di Lahan Sidaratan membuat koleksi vegetasi desa semakin beragam.

“Dengan adanya penanaman TOGA, Lahan Sidaratan menjadi semakin variatif tanamannya, memudahkan warga meramu sendiri obat-obatan tradisional non-pabrikan. Harapannya, ke depan kita bisa bikin taman TOGA yang lebih variatif lagi jenisnya dan memiliki display taman yang indah,” ujar Maria.

Senada dengan hal tersebut, Tedy Firmansyah, salah satu mahasiswa UPGRIS yang terlibat, mengaku terkesan dengan dukungan warga.

“Antusiasme Ibu-ibu KWT saat penanaman sangat bisa dirasakan, begitu juga teman-teman mahasiswa yang terlibat. Semoga kedepannya tanaman TOGA yang telah ditanam dapat bermanfaat bagi warga serta dirawat dan dikelola dengan baik,” harap Tedy.

Melalui program ini, mahasiswa UPGRIS Kelompok 24 berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya tanaman obat tradisional terus meningkat. Rencananya, pemantauan terhadap pertumbuhan tanaman akan tetap dilakukan sebagai bagian dari keberlanjutan program KKN, dengan harapan lahan ini nantinya benar-benar menjadi sumber daya kesehatan yang handal bagi warga Desa Kalisidi.

Editor: Nur Ardi, Tim EDISIKINI.com