Hadirkan Inovasi Pertanian, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 13 Kenalkan Alat Tebar Pupuk Efisien di Dusun Selelu

Avatar photo
Hadirkan Inovasi Pertanian, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 13 Kenalkan Alat Tebar Pupuk Efisien di Dusun Selelu

EDISIKINI.COM, Kabupaten Semarang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Kelompok 13 Desa Kawengen, melakukan inovasi untuk membantu para petani setempat melalui kegiatan sosialisasi tentang penggunaan dan pembuatan alat tebar pupuk jagung. Kegiatan tersebut diadakan di Dusun Selelu, Desa Kawengen, Kabupaten Semarang, dan fokus utamanya adalah kepada anggota kelompok tani setempat.

Langkah ini dilakukan sebagai tanggapan atas keluhan para petani mengenai cara pemupukan jagung yang selama ini masih dilakukan secara manual—metode yang dianggap memakan waktu banyak dan melelahkan serta tidak nyaman bagi tubuh.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan cara membuat alat tebar pupuk yang sederhana namun berguna. Alat ini dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan dan harganya terjangkau, seperti pipa PVC.

Kelebihan alat penabur pupuk yang dibuat sendiri ini antara lain:

  • Efisiensi Waktu: Proses pemupukan dapat dipercepat hingga dua kali lebih cepat dibandingkan metode yang biasa digunakan.
  • Kesehatan Petani: Mengurangi tindakan membungkuk terus-menerus, sehingga mengurangi risiko terjadinya sakit punggung (ergonomis).
  • Ketepatan dosis: Membantu menyebarkan pupuk secara tepat ke akar tanaman sehingga tidak banyak terbuang.

Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu rumah warga di Dusun Selelu dan dihadiri oleh puluhan orang petani. Mereka terlihat senang dan tertarik mengikuti setiap langkah penyusunan alat yang dijelaskan oleh para mahasiswa.

“Kami harap dengan adanya alat ini, pekerjaan para petani di Dusun Selelu bisa lebih ringan sedikit. Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu mahal, yang terpenting adalah sesuai dengan kebutuhan,” ucap Zidane, Ketua Kelompok 13 KKN UPGRIS dalam sambutannya.

Salah satu anggota kelompok tani mengucapkan terima kasihnya atas program tersebut. Menurutnya, alat tersebut sangat cocok dengan kebutuhan para petani jagung di Desa Kawengen, terutama saat memasuki masa tanam yang sedang ramai.

Melalui kegiatan ini, KKN UPGRIS Kelompok 13 mengharapkan para petani dapat membuat sendiri alat tersebut dan menggunakan nya di lahan masing-masing. Dengan kerja sama antara para peneliti dan orang yang sudah berpengalaman di bidang pertanian, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Semarang, terutama di Desa Kawengen, bisa terus berkembang menjadi lebih modern dan efisien.

Editor: Nur Ardi, Tim EDISIKINI.com