EDISIKINI.COM, Malang — Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 4 melaksanakan program pemasangan plang jalan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (18/02/2026) ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas serta mempermudah masyarakat dan pendatang dalam mengenali lokasi dan arah jalan di wilayah tersebut.
Program ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi mahasiswa yang menemukan masih terbatasnya penanda jalan di beberapa titik. Kondisi tersebut kerap menyulitkan warga ketika memberikan petunjuk alamat, terutama bagi tamu dari luar daerah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi sederhana namun berdampak langsung terhadap kenyamanan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung penataan lingkungan yang lebih tertib dan informatif.
Sebanyak 27 mahasiswa yang tergabung dalam kelompok ini terlibat aktif mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Penentuan lokasi pemasangan dilakukan melalui koordinasi bersama perangkat desa dan dibantu oleh Ibu Sekretaris Desa yang memberikan arahan mengenai titik-titik strategis serta nama jalan yang telah digunakan oleh masyarakat setempat. Saat proses pemasangan berlangsung, mahasiswa juga didampingi oleh Kepala Dusun yang turut membantu memastikan lokasi pemasangan sesuai kebutuhan warga.
Untuk mempercepat pekerjaan, mahasiswa membagi diri ke dalam beberapa kelompok kecil dengan sistem kerja terstruktur. Setiap tim bertanggung jawab atas satu hingga dua plang jalan, mulai dari proses pengukuran, penggalian lubang, penanaman tiang, hingga pemasangan papan nama. Pembagian tugas ini memungkinkan pekerjaan dilakukan secara paralel di beberapa lokasi sehingga proses pemasangan menjadi lebih efektif dan efisien.
Material plang disiapkan dengan mempertimbangkan daya tahan terhadap panas dan hujan, mengingat pemasangan dilakukan di area terbuka. Mahasiswa memastikan setiap tiang tertanam kuat agar tidak mudah roboh serta menempatkan papan pada posisi yang mudah terlihat oleh pengguna jalan. Selain tim pemasangan, anggota lainnya bertugas menyiapkan alat dan bahan, membantu distribusi perlengkapan, melakukan dokumentasi, serta memastikan kegiatan berjalan aman dan sesuai rencana.
Sebanyak 10 plang jalan berhasil dipasang di beberapa RT, yaitu Jl. Tempur, Jl. Kawi, Jl. Semeru, Jl. Slamet, Jl. Mbambang, Jl. Gulunggung, Jl. Arjuno, Jl. Madura, Jl. Impres, dan Jl. Ijen. Pemasangan pada titik-titik tersebut disesuaikan dengan jalur yang sering dilalui masyarakat namun sebelumnya belum memiliki penanda yang jelas. Dengan adanya plang ini, warga kini lebih mudah memberikan informasi alamat, sementara pendatang dapat menjangkau lokasi tujuan tanpa mengalami kebingungan.
Keberadaan plang jalan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap penataan wilayah. Identitas jalan yang jelas dapat membantu administrasi lingkungan, mendukung pelayanan publik seperti pengiriman barang dan layanan kesehatan, serta memperlancar berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Melalui program kerja ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga melatih kemampuan kerja sama tim, manajemen waktu, komunikasi dengan aparatur desa, serta problem solving di lapangan. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran kontekstual yang memperkuat nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.
Dengan selesainya pemasangan plang jalan, kelompok KKN berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh warga sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menghadirkan solusi praktis yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekitar.













