EDISKINI.COM, Boyolali – Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret melaksanakan program kerja “GERAPIS (Gerakan Pilah Sampah) Sosialisasi Edukasi Pengolahan dan Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik” kepada anak-anak di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan sosialisasi dan pembelajaran interaktif mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik bagi anak desa setempat.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKN yang dirancang untuk menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Program GERAPIS dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan lingkungan di Desa Dibal yang masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik berpotensi menimbulkan penumpukan sampah serta pencemaran lingkungan.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan materi secara interaktif mengenai jenis-jenis sampah, dampaknya terhadap lingkungan, serta cara memilah sampah dengan benar. Anak-anak dikenalkan pada sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering yang dapat terurai secara alami, serta sampah anorganik seperti plastik dan kemasan yang dapat didaur ulang.
Melalui metode diskusi dan kuis interaktif, anak-anak terlihat antusias dan aktif dalam kegiatan ini. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak-anak terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Kegiatan ini bukan hanya mengajarkan teori, tetapi juga praktik langsung agar anak-anak lebih mudah memahami pentingnya membuang sampah sesuai jenisnya,” ujar Aldinar Ridha Fauzarani, sebagai mahasiswa penanggung jawab kegiatan.
Program GERAPIS juga melibatkan kerja sama antara mahasiswa KKN dan perangkat desa sebagai bentuk implementasi SDGs 17 yang mengajak berbagai pihak bekerja sama dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan keberlanjutan program edukasi lingkungan di Desa Dibal.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman baru bagi peserta, tetapi juga diharapkan mampu memicu perubahan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak menjadi lebih sadar akan pentingnya memilah sampah sebelum dibuang, serta memahami dampak positif terhadap kesehatan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap kebiasaan memilah sampah dapat menjadi budaya baru di kalangan anak-anak sehingga terbentuk generasi yang peduli lingkungan, sehat, dan bertanggung jawab terhadap kebersihan sekitarnya.













