9 Pengeluaran Tak Terduga yang Bisa Membuat Mahasiswa Bangkrut

Tidak semua mahasiswa rantau pandai mengatur keuangan – saya contohnya. Rasanya, berapapun uang yang diberikan orangtua kepada saya, bisa segera habis dalam bentuk yang tidak jelas. Sebaliknya, beberapa teman saya ada yang pinter banget mengatur uang bulanannya. Uang sakunya hanya setengah dari jumlah uang saku saya, tapi dia masih bisa main kemana-mana. Wah, kok bisa sih?

Setelah mencatat semua pengeluaran saya beberapa minggu terakhir, saya menelusuri bahwa ternyata ada hal-hal tak terduga – yang jarang kita masukkan ke anggaran – dan akhirnya membuat kita bangkrut. Jadi apa aja pengeluaran tak terduga yang berpotensi membuat mahasiswa jadi bangkrut ?

1. Pulsa adalah alasan pertama kebangkrutan mahasiswa, karena di era canggih ini mahasiswa perlu komunikasi, kan?

Pulsa memang sudah menjadi kebutuhan pokok pada masa sekarang. Malu deh, kalau handphone udah bagus, tapi engga punya pulsa. Makanya ada yang bilang, mending beli pulsa daripada beli sembako apalagi sekarang sudah ada pulsa online murah. Apalagi bagi mahasiswa yang kebutuhan akan internet sangat krusial untuk urusan kuliah maupun bergaul. Jadi, kamu harus berhati-hati dengan anggaran pulsamu. Kamu harus punya kuota maksimal yang kamu anggarkan setiap bulannya. Kalau kuotamu sudah habis, artinya ada yang salah. Kamu yang terlalu sering menggunakannya untuk sesuatu yang tidak perlu, atau memang paket internetnya tidak cocok dengan kebutuhanmu?

2. Buat mahasiswa, buku adalah jendela ilmu, jadi pasti anggaran buat beli buku juga menjadi salah satu alasan keluarnya uang saku

Sebagai mahasiswa, sudah sewajarnya buku masuk ke daftar ‘belanjaan’ kamu, baik itu buku yang direkomendasikan dosen atau buku penunjang aktivitas belajarmu. Kadang kamu juga tergoda untuk membeli buku dari penulis idolamu. Makanya, kamu harus memasukkan buku kedalam rencana anggaranmu. Kalau kamu sering lapar mata kalau ke toko buku, tentu saja kamu akan bangkrut. Meski masih masuk akal untuk menggunakan alasan ‘investasi’ atau ‘membuka cakrawala’, pikirkan juga nasibmu di akhir bulan.

3. Nonton film apalagi bareng si dia, so pasti asyik … tapi kalo gak dibudgetin, pengeluarannya juga bikin pusing

Tidak jauh berbeda dengan buku dari penulis favoritmu, film bagus pun bisa membuatmu bangkrut. Apalagi kalau kamu memang hobi menonton dan engga mau ketinggalan obrolan tentang film. Ditambah kamu tipe orang yang selalu membeli minum dan popcorn saat menonton di bioskop. Coba hitung pengeluaranmu setiap nonton, dikali berapa dalam sebulan. Wah, bisa dipastikan saldo rekeningmu mengempis seketika!

4. Setiap hari bawa kendaraan dan parkir di tempat yang sama, pastinya butuh dana ekstra untuk urusan yang satu ini

Mungkin tidak terbersit di pikiranmu bahwa uang parkir akan menjadi penyebab kebangkrutanmu, tetapi justru karena nilainya yang kecil itulah, kamu jadi tidak menyadarinya. Sebagai contoh, sekali parkir kamu membayar RP. 2.000, dan dalam sehari kamu mengunjungi hingga 2-3 tempat, lalu dikali 30 hari.

Tidak terasa pengeluaranmu untuk parkir bisa mencapai angka Rp. 180.000!! Meski pengeluaran ini tidak bisa dihilangkan begitu saja, kamu bisa mengakalinya dengan memarkir kendaraan di satu tempat saja, jika kamu mengunjungi beberapa lokasi yang berdekatan.

5. Tiap bulan ada aja toko yang menggelar sale. Kalo nggak ada budget khusus buat belanja, bisa jadi uang kita habis buat belanja barang yang lagi sale

Di waktu-waktu tertentu, mal atau online shop akan mengadakan diskon besar-besaran. Hal ini tentunya berbahaya bagi dompetmu. Ilusi diskon yang membuatmu merasa bahwa kamu menghabiskan hanya sedikit uang, justru bisa menyebabkan uangmu habis dalam sekejap. Kalau kamu ingin membeli sesuatu, akan lebih baik bila sudah menabung dari jauh-jauh hari. Jadi, kamu tidak perlu mengutang di akhir bulan. Ingat juga untuk bahwa pada prinsipnya, kamu boleh membeli sesuatu jika kamu benar-benar membutuhkannya, bukan karena ada sale!

6. Saat sakit ya harus berobat, tapi kalo kita nggak punya budget buat beli obat, apa boleh buat pengeluaran jadi bertambah banyak

Perkara sakit memang tidak ada yang bisa mengira, tapi setidaknya bisa dicegah. Oleh karena itu, daripada terancam bangkrut, lebih baik selalu menjaga kesehatan. Kurangi minum es, jangan berpanas-panas atau hujan-hujan di jalan (lah emang kurang kerjaan?), dan mengonsumsi makanan yang benar. Sudah sering kejadian lho, mahasiswa sakit infeksi lambung karena terlalu sering makan makanan instan. Kalau sudah begini, orangtuamu juga harus mengeluarkan anggaran tambahan jika ingin menjengukmu. Oh ya, beberapa kampus menyediakan layanan pengobatan kok, usahakan kamu menggunakan layanan ini sebelum berobat ke dokter atau klinik yang mahal. Kamu juga bisa memanfaatkan asuransi kesehatan agar pengobatanmu gratis.

7. Urusan memasak sendiri bisa membuat kantong terkuras, apalagi jika maunya banyak. Wah, tambah tiris deh uang saku!

Niat berhemat, kamu memilih memasak sendiri daripada membeli makan di luar. Tapi sesungguhnya bila dihitung-hitung lagi, memasak sendiri justru bisa menghabiskan uangmu lebih cepat. Tadinya kamu membeli banyak bahan makanan sekaligus untuk kebutuhan seminggu; akan tetapi pada praktiknya kamu tidak selalu memasak. Entah karena bosan, malas, lelah dengan tugas, atau bahkan karena elpiji di kosmu habis. Bahan makanan yang kamu beli menjadi mubazir, sementara itu kamu tetap harus membeli makan di luar.

8. Jika ada teman yang membutuhkan uang, padahal kita lagi nggak pegang uang banyak, so pasti urusan menghutangi teman bisa jadi kendala pengelolaan keuangan pribadi lho

Kamu suka membantu, dan sering prihatin melihat teman yang sedang membutuhkan. Akan tetapi, kamu tidak memperhitungkannya secara matang, sehingga kamu hanya berhasil membantu temanmu, tapi tidak dirimu sendiri. Membantu teman itu baik, tapi bila kamu sampai makan mie instan terus menerus di akhir bulan, pikirkan lagi. Jangan paksakan diri untuk menolong bila memang tidak memungkinkan.

9. Belanja di tengah bulan punya risiko ngabisin uang bulanan lho jika nggak pandai mengendalikan diri untuk tetap belanja sesuai kebutuhan

Di tengah bulan, ternyata kamu ingin membeli beberapa barang yang memang kamu butuhkan. Tapi, belanja di tengah bulan berisiko menyebabkan pengeluaran yang tidak terduga karena kamu akan tergoda untuk membeli barang yang sebenarnya tidak kamu butuhkan. Baiknya, catatlah semua barang yang kamu butuhkan untuk dibeli di awal bulan. Setelahnya, kamu harus berkomitmen untuk tidak belanja lagi agar tidak ada pengeluaran di luar rencanamu.

Sebagai mahasiswa yang memang sedang belajar mengatur keuangan, ada baiknya kamu memiliki perencanaan yang matang di awal bulan, sehingga tidak ada pengeluaran tiba-tiba. Kamu juga harus menyisihkan uang untuk tabungan, berjaga-jaga jika ada hal-hal buruk menimpamu, misalnya tiba-tiba jam tangan, handphone, atau kacamatamu rusak.

Selamat mencoba!

Editor: Nur Ardi, Tim EDISIKINI.com